Psikologi sekolah adalah bidang ilmu psikologi yang mendukung peserta didik dan yang mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, kemampuan sosialisasinya, juga kemampuan mengontrol emosinya.
Sedangkan Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, efektifnya sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah. Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial.
Selasa, 26 April 2011
Selasa, 05 April 2011
Tiga Fenomena Dengan Pembahasannya
Kelompok 19 :
- Jilly Chandra ( 10-022 )
- Veronica ( 10-026 )
- Venti Ayu Wibawa ( 10-070 )
- Dede Suhendri ( 10-078 )
Tiga fenomena yang kami bahas adalah:
- Fenomena Tawuran Antar Pelajar
- Kasus Perilaku Pelanggaran Disiplin Siswa di Sekolah
- Fenomena Kekerasan di Lembaga Pendidikan
Fenomena 1
Pada artikel ini, diceritakan bahwa perkelahian antar pelajar yang umumnya remaja sangat merugikan baik bagi pelajar maupun orang berada di sekitar lokasi tawuran. Hal ini terjadi hanya karena hal sepele, yaitu dicetaknya gol oleh pemain X yang tidak disenangin 1 suporter yang mendukung tim Y.
Teori Psikologi Pendidikan
Teori konstruktivisme adalah pendekatan untuk pembelajaran yang menekankan bahwa individu akan belajar dengan baik apabila mereka secara aktif mengkonstruksi pengetahuan dan pemahaman. Supporter yang tidak senang tidak memahami proses ini. Dia tidak senang tim yang dia dukung kalah, sehingga menjadi dendam, Padahal di setiap pertandingan harus ada yang menang dan yang kalah. Dengan kata lain, supporter tidak memahami dengan pasti apa yang harus dan tidak harus dilakukannya.
Teori Pendidikan Keluarga
Berdasarkan teori pendidikan keluarga, supporter mungkin tidak dibina dengan baik dari kecil. Orang tua dalam keluarga harus bisa menciptakan suasana keluarga yang damai dan tentram dan mencurahkan kasih sayang yang penuh terhadap anak-anaknya, meluangkan waktunya untuk sering berkumpul dengan keluarga, mengawasi proses-proses pendidikan anak dan melakukan tugas masing-masing ayah dan ibu. Kurangnya keenam hal ini dapat menyebabkan penyimpangan pada anak, seperti dendam yang dialami supporter tersebut.
Teori Bimbingan sekolah
Salah satu teori gestalt adalah Perilaku bertujuan (pusposive behavior). Artinya bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya. Supporter membuat perilaku tawuran agar orang lain dapat mengalah, sehingga tim yang didukung supporter menang.
Fenomena 2
Yang menjadi subjek dalam pembahasan atau analisis permasalahan ini adalah siswa yang sering melakukan pelanggaran disiplin sekolah. Selanjutnya jika dikaji dari data tentang siswa yang sering melakukan pelanggaran sekolah, ternyata dikemukakan bahwa umumnya siswa yang sering membolos sekolah juga melakukan pelanggaran disiplin lain, misalnya sering terlambat datang ke sekolah, meninggalkan kelas atau sekolah sebelum waktunya, suka mengganggu teman, sering melalaikan tugas sekolah, dan berpakaian tidak rapi.
Teori Psikologi Pendidikan
Berdasarkan teori psikologi pendidikan, selain peranan motivasi, manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan belajar murid. Kelas adalah multidimensional, sebuah seting untuk banyak aktivitas. Kurangnya manajemen kelas dapat menyebabkan murid malas belajar, bosan dan melakukan hal-hal lain.
Teori Pendidikan Keluarga
Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan awal bagi anak karena pertama kalinya mereka mengenal dunia terlahir dalam lingkungan keluarga dan dididik oleh orang tua. Sehingga pengalaman masa anak-anak merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan selanjutnya, keteladanan orang tua dalam tindakan sehari-hari akan menjadi wahana pendidikan moral bagi anak, membentuk anak sebagai makhluk sosial, religius, untuk menciptakan kondisi yang dapat menumbuh kembangkan inisiatif dan kreativitas anak. Orang tua yang buruk akan menghasilkan perilaku anak yang buruk pula.
Teori Bimbingan Sekolah
Berdasarkan teori Gestalt, pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) adalah kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna akan membuat murid tidak cepat bosan, dan tidak melakukan hal lain pada waktu pembelajaran berlangsung.
Fenomena 3
Secara umum, kekerasan dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak menyenangkan atau merugikan orang lain, baik secara fisik (pemukulan menggunakan tangan atau alat, penamparan, dan tendangan) maupun psikis (mengejek atau menghina, mengintimidasi, menunjukkan sikap atau ekspresi tidak senang, dan tindakan atau ucapan yang melukai perasaan orang lain). Kekerasan tidak hanya berbentuk eksploitasi fisik semata, tetapi justru kekerasan psikislah yang perlu diwaspadai karena akan menimbulkan efek traumatis yang cukup lama bagi si korban. Dewasa ini, tindakan kekerasan dalam pendidikan sering dikenal dengan istilah bullying.
Pada kenyataannya, praktik bullying ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik oleh teman sekelas, kakak kelas ke adik kelas, maupun bahkan seorang guru terhadap muridnya. Terlepas dari alasan apa yang melatarbelakangi tindakan tersebut dilakukan, tetap saja praktik bullying tidak bisa dibenarkan, terlebih lagi apabila terjadi di lingkungan sekolah.
Teori Psikologi Pendidikan
(Behaviorisme)Teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Sedangkan pada kasus diatas, perlakuan yang diberikan oleh senior kepada juniornya, malah merangsang junior belajar untuk melakukan hal yang sama. INi adalah suatu pembelajaran, pembelajaran ke arah negatif karena ia merasa perlakuan ini adalah warisan turun temurun sehingga merupakan perlakuan yang harus dilakukan.
Teori Pendidikan Keluarga
Berdasarkan teori pendidikan keluarga, kekerasan yang dilakukan oleh pelajar pada teman-temannya, juga merupakan suatu perilaku merupakan efek dari lingkungan keluarganya. Perhatian yang kurang dari orang tua juga adalah salah satu faktor yang mengakibatkan pelajaran melakukan hal-hal kasar di lingkungan tempat dia berada, tujuannya untuk menarik perhatian orang sehingga ia akan merasa diperhatikan oleh orang sekitarnya. Selain itu, perlakuan kasar juga dapat berasal dari perlakuan yang ia terima di rumah, sehingga pelajar tersebut merasa bahwa perlakuan kasar merupakan suatu hal yang wajar.
Teori Bimbingan Sekolah
Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa. Disini, pelajar salah atau gagal menerapkan prinsip insight ini, sehingga anggapan atau persepsi mereka tentang perlakuan kasar tersebut tidak sesuai dengan yang ada dimasyarakat. Seperti yang dilakukan pelajar tersebut, mereka melakukan kekerasan pada temannya, karena mereka telah salah mengaitkan perilaku yang kasar tersebut dengan kondisi saat ia melakukannya.
Kasus:
Referensi:
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
Kamis, 03 Maret 2011
Penilaian terhadap film GENG (upin-ipin)
Film selama 90menit itu sangatlah mengadung banyak arti menurut saya. Film yang membutuhkan kerja keras tim nya untuk membuat itu, membutuhkan waktu yang cukup relatif lama. Dimana, untuk membuat film yg 90menit di butuhkan waktu 3 tahun dalam pembuatannya, beda jauh sekali kan? Tapi film tersebut sangat membuat saya kagum, dimana animasi nya seperti benar-benar hidup, suara-suara imut , sangar, yang sering terdengar dalam upin-ipin yang biasa lebih dibuat sangat menarik perhatiannya. Menurut saya, dalam film ini dapat di tarik kesimpulan bahwa membuat sesuatu itu harus dengan kerja keras, semangat, dan pantang menyerah, untuk arti dalam filmnya sendiri, lebih mengarah pada manusia dan hewan itu dapat menjalin persahabatan, juga jangan menyakiti binatang.
KRITERIA PASANGAN (apa itu cinta sejati?)
Salah satu yang akan saya bahas dalam blog saya ini adalah tentang kriteria pasangan. Biasanya orang-orang kalau di tanya tentang, "Apa saja sih kriteria pasangan yang anda idam-idam kan itu?" Jawaban yang sering saya dengar, sering saya temukan itu biasanya adalah kalau buat yang wanita, biasanya bilang: pengennya yang tinggi, setia pastinya, mapan, bijaksana, romantis, pandai, sayang keluarga, menyayangi saya, dan menghargai saya sebagai pasangannya. Kalau buat yang pria, yang sering terdengar adalah ingin yang cantik, berambut panjang, tidak kekanak-kanakan, bersifat keibuan tapi tidak seperti ibu-ibu, tidak terlalu berfoya-foya, sexy, langsing, tidak banyak menuntut, pengertian dan perhatian. Sebaliknya, apa itu CINTA? sering di pertanyakan oleh orang, dalam memaknai arti cinta adalah dengan memberi. Cinta tidak datang karena manusia saling menerima. Itu ada karena manusia pertama-tama saling memberi, dan akhirnya terbentuklah kata cinta. Bukan karena mencari sesuatu yang kita inginkan dan kemudian mendapatkan cintanya. Bagi saya, mungkin cinta itu relatif, awalnya mencari-mencari dan mencari sesuatu yang tak pasti. Seperti air sungai mengalir terus menerus untuk mencapai tujuannya pada ujung. Cinta itu dapat dimengerti, walau kadang sulit, tapi kita anda telah menemukan seseorang dan anda menerima dia apa adanya, menerima kekurangan dan kelebihannya itu artinya anda telah menemukan cinta sejati.
Pengaruh teknologi (game) dengan kognisi anak
Pengaruh teknologi di dunia sekarang sangatlah luas, baik untuk kalangan muda maupun yang dewasa. Mesin-mesin yang di ciptakan oleh manusia ini sangatlah luar biasa banyak kegunaannya.Contohnya, kebanyakan yang melakukan sistem interaksi dengan manusia itu adalah mesin-mesin atau yang biasa sering dibilang robot. Robot-robot itu membuat makanan (robot pembuat sushi) di Jepang http://ndoware.com/robot_koki.html, robot pemberi karcis (di jalan tol), dan lain sebagainya. Teknologi juga sangat efektif sebagai media pembelajaran, dalam bisnis bisa sebagai media untuk berinteraksi antara pelanggan dengan si penjual, banyak contoh teknologi, bukan hanya dalam sistem online atau internet yang sangat canggih. Tetapi dalam hal permainan anak-anak, teknologi mesin yang dapat merangsang kognisi otak anak-anak http://bataviase.co.id/node/247663 juga sudah sangat canggih. Hal ini mungkin akan berakibat buruk bagi sang anak, menyebabkan anak-anak malas belajar atau menjalankan aktivitas-aktivitas lainnya serta cenderung menutup diri. Maka dari itu, kebanyakan orangtua sering melarang anak-anaknya bermain video game. Padahal, pengaruh teknologi ini, misalnya video game itu ada pengaruh positifnya juga dalam peningkatan kemampuan visual dan spasial seorang anak, dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempelajari keterampilan baru, permainan yang memadukan unsur imajinasi dan teknologi itu bisa pula mempertajam daya pikir mereka, dapat meningkatkan ketajaman dan ke-cepatan berpikir anak, mempertajam kemampuan dan kecepatan berpikir serta meningkatkan sisi kognitif (kepandaian) otak anak, terutama untuk game yang bersifat action dan puzzle, game yang membutuhkan tingkat perhatian dan fokus visual cepat dan gerakan mo-torik yang tepat dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam berpikir.
Namun, para orang tua harus berperan aktif dalam mengatur jadwal bermain video game bagi anak-anak mereka agar tidak berlebihan. Karena bermain video game terlalu berlebihan dapat menggantikan kegiatan fisik dan memengaruhi perkembangan mental anak-anak.
Selasa, 01 Maret 2011
E-Learning dan Learner-Centered
Venti Ayu Wibawa (10-070)
Jilly Chandra (10-022)
Veronica (10-026)
Dede Suhendri (10-078)
Jilly Chandra (10-022)
Veronica (10-026)
Dede Suhendri (10-078)
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dikti.go.id, peserta didik di zaman informasi ini mempunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual (Felder dan Soloman, 1993). Generasi muda sekarang sudah mempunyai istilah baru, yaitu "Generasi Z", yaitu generasi yang sudah mahir menggunakan teknologi zaman ini. Kita, sebagai generasi Z ini, harus menggunakan proses learner centered daripada teacher centered yang biasa digunakan di masa sekolah. Untuk menggunakan proses pembelajaran seperti ini, harus ada sebuah penyesuaian, sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Perlunya penyesuaian karena metode pembelajaran teacher-centered berbeda dengan learner-centered. Peserta didik dituntut untuk lebih aktif pada proses pembelajaran, sedangkan pembimbing hanyalah menjadi mediator. Proses pembelajaran ini seharusnya telah diterapkan semasa di sekolah, tepatnya pada SMA, sehingga siswa maupun mahasiswa siap untuk terjun ke lapangan kerja.
E-learning merupakan salah satu learner centered. Bayangkan kalau e-learning merupakan teacher-centered, maka pembimbing akan ceramah, sedangkan kita tidak tahu apakah peserta didik mengikuti pembelajaran atau tidak. Jadi, learner centered membuat peserta didik tidak akan bosan karena hanya duduk mendengarkan/membaca penjelasan guru di dalam kelas.
Jumat, 11 Februari 2011
Penggunaan Email dan Blog
Kelompok 19 :
- Jilly Chandra ( 10-022 )
- Veronica ( 10-026 )
- Venti Ayu Wibawa ( 10-070 )
- Dede Suhendri ( 10-078 )
Menurut pandangan kelompok kami, penggunaan email dan blog sesuai dengan psikologi pendidikan sangat membantu dalam pembelajaran khususnya pengenfisiensian waktu, misalnya diskusi antar kelompok yang biasanya harus dilakukan dengan tatap muka. Kini sudah bisa dilakukan melalui internet. Hasil diskusi juga bisa diserahkan kepada dosen pengampuh melalui email dan blog, sehingga tidak harus dating ke kampus hanya untuk mengumpulkan tugas. Selain itu, pengiriman tugas melalui email dan blog juga dapat membantu mengatasi masalah global warming karena mengurangi penggunaan kertas dan bahan bakar minyak untuk transportasi.
Penggunaan email dan blog sebagai media pembelajaran seperti yang tersebut di atas masih kurang diaplikasikan di kota Medan. Tidak semua sekolah telah difasilitasi dengan inet sehingga pembelajaran dengan teknologi ini belum dapat diterapkan. Padahal di era globalisasi ini, penggunaan teknologi seperti email dan blog sangat penting dalam dunia psikologi pendidikan dan dunia pekerjaan. Oleh karena itu, psikologi pendidikan sudah seharusnya bersentuhan dengan teknologi ini, khususnya penggunaan email dan blog.
Daftar Pustaka :
Munir.2010.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Ekonomi (Cetakan ke-2). Bandung: Alfabeta
Daftar Pustaka :
Munir.2010.Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Ekonomi (Cetakan ke-2). Bandung: Alfabeta
Langganan:
Postingan (Atom)