animasi blog

Selasa, 10 April 2012

Apa yang membuat kita unggul dalam belajar?

Kegiatan mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik, dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak dan merasa. Keunggulan ini juga bermakna suatu proses yang mengangkat motivasi belajar siswa ketingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan efek mengajar biasa, dimana para siswa terinspirasi untuk terus belajar dari gurunya. Guru yang baik bisa dianggap suatu energi yang memberikan kontribusi positif  yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa, termasuk membangkitkan minat mereka, mengatasi kendala yang mungkin menghambat kemajuan belajar, mendorong para siswa untuk menemukan kreativitas mereka sendiri (dengan tetap menjaga suasana integritas, kesopanan, dan rasa hormat membantu siswa mengembangkan proses pemecahan masalah secara kreatif dan kritis (dimana termasuk mengembangkan pemahaman mereka sendiri). Motivasi dan inspirasi dapat membantu dalam mengajar, bisa juga dikatakan memberikan kontribusi yang besar dalam proses belajar mengajar, tetapi kembali lagi yang tidak kalah pentingnya adalah apakah siswa mau dalam belajar, disiplin, gigih/ tekun (Motivasi intrinsik).

Seperti dimana seperti ada sebuah artikel ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=244075762275335 ) mengatakan:

" KEGIGIHAN dan KETEKUNAN adalah DISIPLIN DIRI dalam TINDAKAN.
Oleh : Brian Tracy

Tampilan terbesar dari disiplin diri adalah BERTAHAN KETIKA KEADAAN MENJADI SULIT.
KEGIGIHAN dan KETEKUNAN adalah DISIPLIN DIRI dalam tindakan.
KEGIGIHAN dan KETEKUNAN adalah ukuran besar karakter individu manusia. KEGIGIHAN dan KETEKUNAN anda adalah UKURAN SEBENARNYA DARI KEYAKINAN ANDA PADA DIRI SENDIRI DAN KEMAMPUAN ANDA UNTUK SUKSES.

Setiap kali Anda BERTAHAN dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan, Anda membangun kebiasaan KETEKUNAN. Anda membangun kebanggaan, kekuasaan, dan harga diri dalam karakter Anda dan kepribadian Anda. Anda menjadi LEBIH KUAT dan LEBIH TEGAS.

Dengan BERTAHAN, Anda menjadi lebih DISIPLIN. Anda mengembangkan dalam diri Anda kualitas besi keberhasilan, kualitas yang akan membawa Anda ke depan dan atasi setiap kendala yang anda hadapi dalam kehidupan anda."


Semoga bermanfaat :)

Pedagogi, TIK, & Fenomena Kontemporer

          TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memiliki pengaruh besar pada dunia dimana orang-orang zaman sekarang gunakan. Demikian pula belajar yang didukung / difasilitasi oleh TIK contohnya e-learning, memiliki potensi yang cukup besar untuk mendukung pendekatan pengajaran dengan tidak melupakan dimensi pedagogi. 
          Kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi, termasuk TIK memang telah melahirkan perubahan besar dalam pola pembelajaran. Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain & pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman.
TIK telah memberi sesuatu yang baru dalam proses pmbelajaran, serta melahirkan pemikiran baru di bidang pedagogi.
         Fenomena kontemporer itu dimaksudkan bahwa adanya perubahan-perubahan yang terjadi sekarang-sekarang ini yang dulunya dianggap sulit, kini sudah bisa di anggap "santai", otonom, danlebih produktif.

Pedagogi Praktis Abad 21

          Atas dasar laporan "pedagogi sebagai ilmu pengetahuan akan mendukung kebijakan dan praktik pendidikan" ada 3 aspek saling terkait antara lain:1. Codifying and communicating teachers' practical pedagogical knowledge    --> mengkondisikan dan mengkomunikasikan pengetahuan pedagogis praktis guru.
2. Establishing systems for shared scientific pedagogical knowlegde management
  --> membangun sistem pedagogis untuk berbagi pengetahuan manajemen ilmiah dan mennyediakan waktu yang cukup untuk guru dalam mengembangkan dan menerapkan pengetahuan ini.
3. Developing a robust theoretical framework for the new science of pedagogy
    --> mengembangkan kerangka teori yang kuat terhadap ilmu baru pedagogi.


          Pedagogi abad ke 21 dikenal juga pedagogi progresif (Progressive pedagogy). Belakangan ini telah lahir paradigma baru pembelajaran berbasis teknologi dan komunikasi. Pedagogi tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain & pemahaman ulang atas bagaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman. Pedagogi formal bermakna pedagogi teoritis/ ilmiah, sedangkan pedagogi vernakular merupakan kata lain dari pedagogi praktis, dimana pedagogi formal & pedagogi vernakular termasuk sebagai imlu/ teori dan seni/ praktik mengajar.
Pedagogi praktis merupakan teori-teori dari pedagogi teoritis yang tlah teruji, misalnya saat di kelas, sang pendidik akan menemukan banyak pengalaman baru saat mereka sedang mengajar.

Pedagogi Teoritis dan Prinsip-prinsip pedagogis

          Pedagogi memiliki makna sebagai ilmu pendidikan/ ilmu pengajaran. Pedagogis ialah kata sifat dari pedagogi. Pedagogis bermakna bersifat pedagogi, makna yang lebih luasnya adalah sadar terhadap arah tujuan dan ciri dasar dari proses pedagogi. Proses pedagogi telah menjadi fokus dari beberapa refleksi teoritis. Maka, banyak definisi, teori-teori yang telah muncul menyertainya.
          Ada teori yang mengatakan bahwa istilah pedagogis sebagai proses interaksi terus-menerus & saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah & pengembangan siswa (Danilov,1978), dll.
Prinsip-prinsip proses pedagogis ialah tesis dasar teori psikopedagogis, pada arah proses pedagogis yang menjadi standar & prosedur tindakan untuk menentukan dasar pedagogis yang paling penting dalam proses pendidikan.
          Prinsip-prinsip pedagogis itu adalah kesatuan karakter ilmiah dan ideologis Tsetiap proses pedagogis) dari proses pedagogis. Prinsip-prinsip pedagogis itu merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses (dialektis), proses pedagogis harus terstruktur berdasarkan kesatuan dan hubungan antara kondisi manusia, serta pada saat yang sama perasaan dan tindakan kemungkinan menjadi terpengaruh oleh dunia itu (domain kognitif & afektif), lalu prinsip terakhir ialah bahwa masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi, dan kepribadian saling terkait.

Senin, 09 April 2012

Paradigma Belajar

Dalam kegian belajar mengajar strategi cara ajar guru didasarkan pada paradigma yang berbeda pada cara siswa belajar. Pembelajaran yang lebih baik itu seperti ketika guru mulai mendapatkan pemahaman yang prima tentang bagaimana kegiatan belajar terjadi, karena guru akan menjadi lebih efektif bila sang guru secara sadar memilih cara untuk mengajar, memperluas pembendaharaan strategi dalam mngajar, dan ahli dalam menggunakan strategi dalam mengajar tersebut.
Strategi itu misalnya melakukan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dasar, menyajikan informasi dengan cara-cara yg mudah dipahami, menemukan pembelajaran berpikir ataupun pemecahan masalah dan kreativitas, memampukan untuk bekerja secara kooperatif pada pembelajaran proyek, mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajran yang terjadi kegiatan-kegiatan di luar ruangan. Semua ini membutuhkan pelatihan, kesabaran dan juga kerja keras.

UTS Paedagogi

Pembelajaran yang sukses???

Banyak diantara kita yang mungkin masih bertanya-tanya tentang bagaimana sih ciri-ciri pengajar yang cerdas sehingga dapat mensukseskan belajar? Ataupun bagaimana para orang tua ingin mencari guru-guru yang ideal untuk sang anak? Kegiatan pembelajaran yang baik menuntut juga adanya guru yang baik pula. Karakteristik guru bermacam-macam. Sebenarnya hal itu semua tergantung, yang pertama tergantung profesionalitas sang guru, maksudnya ialah dalam menjalankan aktivitas profesional itu guru dapat mengkombinasikan dimensi ilmu dan seni dimana merencanakan sesuatu hal, melakukannya dan memutuskan hal apa lagi yang harus atau akan dilakukan selanjutnya. Tetapi, tenaga profesional itu tidak bisa selalu bertahan hanya dengan sebatas "dugaan" melainkan harus mengandalkan / menerapkan seni dengan ilmu pengetahuan yang digabungkan secara harmonis di ruang-ruang kegiatan pembelajaran. Yang kedua, pembelajaran yang sukses tergantung pada karakter guru serta pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sang guru dalam mengajar tersebut. Tetapi, mengajar itu yang penting ialah siswa mau tidaknya belajar. Karena dalam mengajar guru bertugas untuk mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan pewarnaan nilai pada siswa. Yang ketiga,  adanya guru yang cerdas yang intinya mencerminkan keterpelajaran (secara konsisten taat asas pada etika pengetahuan dan norma-norma kebiasaan berpikir), integritas pribadi (kejujuran yang tercermin dari prinsip hidup dan keterusterangan, kelengkapan atau kesatuan karakter, rasa percaya diri, dan identitas pribadi yang menunjukkan diri sebagai guru yang hebat) dan kemampuan berkomunikasi dengan siswa (guru harus memiliki kemampuan berempati, melihat situasi siswa ke dalam situasi dirinya).
Guru yang hebat menjalani proses pertumbuhan profesional secara terus-menerus.